ACT DIY Distribusikan Bantuan APD di 9 RS Yogyakarta

MentariNews.Com – Yogyakarta (03/05), Di situasi wabah pandemi seperti saat ini, para tenaga medis yang berjibaku di garis depan menangani virus corona sangat membutuhkan bantuan terutama Alat Pelindung Diri (APD). Sebagai bentuk dukungan kepedulian kepada para tenaga medis, Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY menyalurkan bantuan berupa APD, multivitamin, serta bantuan makanan di 10 rumah sakit Yogyakarta, Kamis (30/4).

Sampai saat ini Rumah sakit yang telah menerima bantuan tersebut adalah RS Sardjito, RSUD Sleman, RSU Rachma Husada, RSA UGM, RS Bethesda, RSUD Kota Yogyakarta, RS Nur Hidayah, RSUD Wonosari, RSUD Panembahan Senopati dan Puskesmas Wates.

Jika ditotal seluruh bantuan yang di distribusikan terdiri dari 64 box APD yang berisi masker N95, Hasmat, Face Shield, Sepatu booth, 25 box multivitamin, 300 box makanan untuk tenaga medis, serta 2 unit wastafel portabel yang disiagakan di RS Bethesda, dan RSUD Kota Yogyakarta. Koordinator Program ACT DIY, Kharis Pradana mengatakan para petugas medis adalah pahlawan yang menjadi garda terdepan melawan covid-19, “sebulan terakhir kita mendapatkan banyak informasi dan permintaan kebutuhan APD dari banyak RS dan Puskesmas di wilayah Yogyakarta, karena itu ACT sebagai lembaga kemanusiaan terus berikhtiar membersamai perjuangan para tenaga medis dengan program medical support yang terus kami lakukan,” ungkapnya.

ACT sendiri menargetkan dapat memberikan kontribusi terbaik untuk mencegah persebaran virus Covid-19, melalui program-program bantuan untuk tenaga medis maupun bantuan pangan gratis untuk masyarakat prasejahtera yang terkena imbas ekonomi hingga kehilangan penghasilan.

Sementara itu dr Eka Damayanti, Kepala Puskesmas Watas mengucapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang telah disalurkan dari para relawan, “terima kasih atas bantuan berupa masker, hand sanitiser, dan face shield, bantuan ini sangat bermanfaat sekali bagi kami yang bertugas di pelayanan kesehatan, kami berharap semoga pandemi ini segera berakhir,” ungkapnya. Sampai dengan saat ini, kebutuhan berupa alat pelindung diri (APD) di Rumah Sakit maupun Puskesmas masih sangat dibutuhkan, karena memang jumlahnya yang sangat terbatas serta pasien dengan gejala Covid-19 masih terus berdatangan. (Nasrudin)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan