Bengawan Solo dan Batik Truntum Jadi Inspirasi Logo Muktamar Aisyiyah 48

MentariNews.Com – Surakarta pada tahun 2020 ini akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Muktamar Organisasi Islam tertua di Indonesia, yakni Persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah juga yang sama-sama dilaksanakan ke -48. Direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 1-5 Juli 2020 mendatang di Kompleks Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Untuk memeriahkan pelaksanaannya, panitia Muktamar telah menggelar soft launching Muktamar Muhammadiyah dan Muktamar Aisyiyah pada Bulan Juli 2019 yang lalu diantaranya launching logo kedua muktamar Organisasi Islam tertua ini.

Jika kita searching di google tentang logo Muktamar Aisyiyah ke 48 pasti akan muncul logo seperti di bawah ini.

 

Menurut Dahlan Rais saat konferensi pers Soft Launching Muktamar Muhammadiyah ke-48 beberapa bulan yang lalu seperti dikutip dari mentari.news menerangkan makna dan filosofi logo Muktamar Aisyiyah. “Logo Aisyiyah berbeda dengan Muhammadiyah, Aisyiyah berusaha menggali budaya setempat,” ujar Dahlan Rais.

Batik Truntum

Yang dimaksud budaya setempat yang dikatakan Dahlan Rais adalah logo Muktamar Aisyiyah yang didominasi visual batik Truntum yang diciptakan Permaisuri Sunan Paku Buwono III, Kanjeng Ratu Kencana. Batik Truntum menjadi satu dari tujuh motif batik Solo yang sangat memukau. Secara etimologi, truntum berasal dari isitlah taruntum–tuntum (bahasa Jawa) artinya tumbuh lagi. Taruntum memiliki arti senantiasa bersemi dan semarak lagi.

Batik truntum memiliki pola yang halus dan sederhana dengan motif taburan bunga-bunga abstrak kecil menyerupai kuntum bunga melati. Kadang berbentuk bintang bertaburan di langit. “Biasanya batik jenis truntum ini dipakai oleh pengantin perempuan dalam acara midodareni, dipakai juga pada acara panggih,” kata Dahlan Rais.

Motif Batik Truntum memiliki makna kasih sayang, penuntun. Makna lainnya adalah sebagai panutan, seperti gerakan dakwah Aisyiyah yang melintas zaman yang telah melahirkan wanita berkemajuan yang mencerahkan peradaban bangsa.

Bengawan Solo

Bentuk visualisasi yang juga hadir dalam logo Aisyiyah ini adalah Bengawan Solo. Kehadiran visual Bengawan Solo menjadi simbol dari Kota Solo sebagai tempat penyelenggaraan Muktamar Aisyiyah ke-48 tahun 2020 nanti. Sifat air yang selalu mengalir ke tempat rendah analog dengan sikap rendah hati pada manusia. Air selalu ingin berguna bagi makhluk hidup yang ada di bawahnya.

Ibarat pemimpin, air adalah pemimpin yang melayani. Jika ia berada di posisi teratas, maka ia akan menjadi pelayan bagi orang-orang yang membutuhkan di bawahnya. Air identik dengan sumber kehidupan, sumber inspirasi yang selalu mengalir bagaikan gerakan dakwah Aisyiyah yang melintas batas. ”Ikon Batik Trumtum serta Bengawan Solo dihadirkan dalam warna kuning-orange menggambarkan kehangatan, kecerdasan, semangat dan intelektual,” terang Dahlan Rais.

Bunga Matahari

Visual lainnya yang hadir pada logo Muktamar Aisyiyah ke-48 adalah sang surya/bunga matahari dengan sinar yang berwarna biru yang diambil dari dasar logo Aisyiyah yang memiliki makna dakwah yang mencerahkan. Visualisasi bunga matahari tersebut dimodifikasi dengan salah satu ornament/elemen dari Gedung Siti Walidah UMS yang menggambarkan tempat digelarnya Muktamar Aisyiyah ke-48.

Tipografi

Penulisan logo Muktamar Aisyiyah ke-48 ditampilkan dengan 3 jenis huruf (tipografi) yaitu Gotham Bold serta Gotham Book serta Italic dengan dua warna yaitu biru yang dikombinasi hijau muda. Perpaduan tipografi dan warna huruf yang digunakan tersebut menghadirkan kesan kokoh yang fleksibel atau luwes.

Menariknya, penulisan logo Muktamar Aisyiyah ke-48 menggunakan huruf kecil semua atau (lowercase) yang bermakna kesetaraan dan kelembutan.

Tema Muktamar Aisyiyah ke-48 juga dihadirkan pada logo, ‘Perempuan Berkemajuan Mencerahkan Peradaban Bangsa’ yang tertulis miring menggunakan tipografi times new roman selang-seling antara warna biru muda dan hijau muda pada 5 kata pada tema tersebut.

Mungkin Anda Menyukai

Satu tanggapan untuk “Bengawan Solo dan Batik Truntum Jadi Inspirasi Logo Muktamar Aisyiyah 48

Tinggalkan Balasan