Dakwah Berkemajuan Solusi Muslim Indonesia

MentariNews.Com – Situasi kebangsaan saat ini sedang tidak sehat lagi menyehatkan. Hal ini dikarenakan antar kelompok baik kiri dan kanan terus saling berbantahan dari atas pemuka sampai bawah di akar rumput.

Kondisi Muslim Indonesia

Belum lagi antar internal Agama yang kian hari sibuk diskusi atau debat pemikiran di dalam agamanya masing-masing dengan situasionalnya melihat segala perkembangan dan dinamikanya. Tak jarang yang menjadi bulan-bulanan serta menjadi arah kebingungan bagi umat serta jamaah yang hanya senang mengikuti tanpa lagi harus banyak berpikir sekaligus mengkaji.

Akhirnya dampaknya pun sangat besar bisa tersesatkan, bisa pula tergoyahkan dan bahkan menjadi kehilangan pedoman hidup diakibatkan para pemuka agama baik yang tua dan muda selalu menghadirkan pemikiran Islam dan islam pemikiran yang begitu menekankan nalar intelektual pula untuk memahaminya dengan logika yang sehat. Sehingga metode untuk sebuah ajakan pun mesti harus dirubah lagi, apalagi bila sulitnya melakukan sebuah seruan kebaikan, ajakan kebenaran, dan panggilan keagamaan yang telah dicampuri oleh para pemuka Agama intelektual yang terus bedebat dalam urusan pemikiran.

Hal yang paling mendasar adalah ummat menjadi gaduh, galau, bingung, pusing, sehingga merugikan Islam itu sendiri. Akhirnya jumlah populasinya menurun dan tingkat perpindahan agama karena berbagai macam faktornya pun meningkat. Kualitas umat yang belum sepenuhnya terkendalikan justru malah lemah dari segi jumlah akibat degradasi moral yang mulai masuk dalan aspek keagamaan. Akibat dari semua kelompok muslim dari berbagai kalangan dapat dengan mudahnya bersuara secara vokal dengan media yang mudah bibuat, diakses, diproduksi dan didistribusikan melalui instrumen media informasi yang semakin canggih.

Merawat Persatuan dan Kesatuan

Sehingga para Da’I, Ustadz, Kiyai, Muballigh, Habib dan pemuka Agama lainnya yang memiliki semangat menjaga persatuan, persaudaraan dan perlindingan terhadap ummat mulai terkalahkan sekaligus tergeserkan oleh kelompok yang sama yang lebih kuat pengaruhnya namun lebih menekankan pada kontestasi dakwah terhadap Islam dan Pemikiran Islam.

Untuk merawat persaudaraan sesama muslim tentu tidaklah mudah, disamping juga merawat kebangsaan sebagai rumah besar dalam mencintai tanah airnya. Sering kali kemajuan dalam agama terhambat hanya karena situasi yang dibangun ialah selalu dalam perdebatan pemikiran, kontestasi dakwah, diskriminasi golongan, dan narasi keislaman yang sangat beragam.

Akhirnya Agama tak sampai pada tataran implementasi, aplikasi, dan realisasi yang diterapkan, diamalkan sekaligus dikembangkan secara nyata demi kepentingan umat secara kemaslahatan. Selalu saja terjebak pada diskursus yang menjebak pada fenomena dikotomi sejarah, politik dan budaya. Seharusnya situasi keberagamaan saat ini divisualisasikan, ditampakkan dan dimunculkan pada arah pesan yang mencerahkan, menggembirakan serta membahagiakan. Dengan begitu esensi Agama dapat dirasakan oleh seluruh elemen yang ada begitu indah memberikan kesejukan.

Dakwah Berkemajuan Menjadi Solusi

Dakwah berkemajuan yang mencerahkan ialah salah satunya yang mesti dilakukan untuk situasi kebangsaan dan keumatan saat ini untuk menjembatani sekaligus membimbing, mengarahkan dan mengingatkan pada setiap peristiwa yang selalu terjadi. Sebab bila dakwah tidak diupayakan dengan strategi dakwah yang sistematis, maka akan kehilangan momentum dan kehilangan peluang dalam menjunjung nilai keadilan. Dakwah berkemajuan memiliki indikasi dan implikasi yang sangat besar dengan tingginya hasil pencapaian nyata di kemudian hari bila situasi bangsa dekat dengan krisis maupun diambang gejolak dunia internasional.

Sehingga Islam dan umat Islam akan terselamatkan di kemudian hari serta tidak akan lemah lagi dilemahkan oleh tekanan-tekanan yang arahnya akan merusak akidah, tauhid, keimanan, keislaman dan amalan. Sebab estafet dalam dakwah itu sangatlah penting untuk kemajuan umat di masa yang akan datang sebagai proses menuju peradaban Islam yang berkemajuan dan mencerahkan.

Maka dari itu mulai ditanamkan sejak dini keseriusan dan konsentrasi dalam menggapai peradaban, sehingga tidak hanya ketergantungan pada akomidasi dan amunisi negara beserta proyek swasta lainnya yang kemudian hari bisa runtuh akibat perkembangan zaman yang juga merupakan keniscayaan.

Dengan menerapkan dakwah berkemajuan itu menandakan bahwa pentingnya investasi akhirat baik dalam pemikiran, pergerakan, persatuan dan peradaban Islam di dunia ini dengan nilai ketuhanan yang berketauhidan. Rasional dalam bersikap dan beraktivitas kehidupan sehari-hari, Empati dalam nilai kemanusian sebagai representasi keumatan, dan Progres dalam membangun pondasi-pondasi yang menjadi bangunan-bangunan peradaban Islam dikemudian hari. Karena dakwah hari ini adalah dakwah yang mestinya dan seharusnya mencerahkan, menggerakkan, menggembirakan, membahagiakan tanpa adanya sentimensi yang dibangun baik disengaja atau tidak disengaja.

Untuk Muslim Indonesia Maju

Mulai tinggalkan budaya dan kebiasaan evolutif yang menghambat kemajuan dakwah Islam untuk membina dan memajukan umat yang kian hari jumlah besar ini pun merosot akibat kelalaian-kelalaian. Butuh gerak cepat agar tidak terjadinya situasi stagnan dalam kemajuan Dakwah Islam di era globalisasi, agar tidak pula diserang dari berbagai arah untuk melemahkan pergerakan Islam dalam memajukan dakwah, agar dapat terhindar dari segala tipudaya atau makar sistemik dan agar menjadi kiblat manusia di kemudian hari.

Semangat dalam dakwah berkemajuan yang mencerahkan untuk membangkitkan dan memajukan umat dari segala pesoalan dan keterpurukan, sehingga membawa arah kemajuan dakwah yang bernilai tinggi dan menuai manfaat lagi maslahat dikemudian hari serta yang dapat membawa nila ketuhanan yang abadi.

Ditulis oleh: As’ad Bukhari, S.Sos., M.A.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan