Dalam Masa Covid-19, Lazismu Wajib Tanggungjawab Atas Para Ustadz Muhammadiyah

MentariNews.Com – Beberapa hari lalu saya membaca sebuah tulisan di media media sosial WA berjudul PENGURUS MUHAMMADIYAH MULAI “BERTANGAN BESI”…? di tulis oleh MOH. NAUFAL DUNGGIO Aktivis dan Ustadz Kampung .

Saya tidak kenal beliau sang aktivis Ustadz kampung, karena saya bukan ustadz, dan saya kebetulan tidak punya kampung , karena dari lahir, besar, kuliah dan sampai sekarang tinggal di DKI Jakarta. Saya juga tanya tanya, beliau ini siapa..? Kepada rekan rekan pengurus Aktif PRM dan PCM aktif di DKI, jawaban mereka kepada saya , mereka kenal beliau tapi beliau tidak pernah ada catatan, menjadi aktivis, pengurus di PRM , PCM di DKI Jakarta.

Menyimak tulisan beliau, saya cukup prihatin membacanya terutama hal yang di sampaikan beliau tentang adanya “ustadz Muhammadiyah yang hanya makan nasi dan air putih karena pengaruh ceramah di CANCEL semua “. Adapun tulisan beliau yaitu; Nah hal-hal semacam ini masak gak bisa kita kritisi secara terbuka melalui medsos. Kan ini di era digital, para ustadz itu gak mungkin akan mengemis ke LAZISMU agar dia diberi sesen dua sen untuk makan dia dan keluarganya. Para Ayahanda yang udah kaya khan gak tahu kalau ada warga yang ustadz Muhammadiyah yang hanya makan nasi dan air putih karena pengaruh ceramah di CANCEL semua. Apalagi di Ramadhan ini.

Hari ini saya juga membaca di media media resmi persyarikatan tentang sebuah PTM di DKI Jakarta telah menyiapkan Dana Rp 1 Milyard untuk membantu ketahanan pangan untuk masyarakat yang terdampak pandemi covid 19 sekarang ini. Saya yang hanya warga muhammadiyah biasa ini dan juga bukan siapa siapa, merasa ada yang tidak singkron antara pernyataan ustadz kampung tentang ada ustadz Muhammadiyah yang hanya makan nasi putih dengan berita bahwa PTM ternama di DKI telah menyiapkan dan akan menyalurkan dana Rp 1 Milyar untuk masyarakat.

Kemudian juga saya juga mempartanyakan peran LazisMu dan Pimpinan Persyarikatan yang membinanya, apakah LazisMu tidak mendata atau setidaknya dapat memperkirakan dan segera membantu para ustadz ini, jangan sampai apa yang di sampaikan oleh aktivis ustadz kampung ini yaitu ada ustdaz yang sekarang hanya makan nasi dan air putih saja .

Mari para kader, aktivis, dan warga Muhammadiyah se DKI jakarta, ini sudah hari ke 10 romadhon bagi yang belum menunaikan zakat fitri dan lainnya mari segera tunaikan, jangan menunggu sampai malam takbiran. Mari Tunaikan kewajiban zakat kita di LazisMu, agar LazisMu juga punya program untuk membantu khususnya para muballigh kita yang membutuhkan. Malu sekali ketika ada LazisMu tapi kader muballigh dan ustadz , ada yang cuma makan nasi dan air putih saja hingga berpotensi kelaparan

Ditulis oleh: Noor Fajar Asa
Jakarta, 4 Mei 2020

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan