Jika Tetangga Anda Positif/PDP/ODP Covid-19, Perlukah Khawatir??

MentariNews.Com – Tulisan ini untuk menjawab tentang keberadaan virus pandemik Covid-19 atau Corona di Indonesa pada umumnya dan Kabupaten Gunungkidul DIY pada khususnya ada tren mengalami kenaikan. Selain itu, tulisan ini juga mempunyai tujuan untuk edukasi bagi kita semua agar tidak panik dan tetap memegang serta menjalankan sebagai orang Jawa dan orang timur pada umumnya. Tidak perlu sinis dan mari tetap ngewongke ke tetangga kita, walaupun dia sedang positif atau sedang ODP/PDP Covid19 atau corona.

Kalau tetangga Anda ada positif / ODP/PDP Covid19 perlukah khawatir?? Jawabannya tidak demikian, karena apa? Berikut ulasannya.

Pertama Virus Tidak Gentayangan Seperti Hantu

Virus pandemik Covid-19 atau Corona ini bukanlah hantu, genderuwo, pocong, nenek lampir atau sejenisnya. Covid-19 atau corona tidak dapat mengahantui kita dari rumah ke rumah lainnya. Walaupun misallan ada tetangga kita yang positif atau ODP/PDP mengidap Covid19. Ingat, jangankan puluhan meter, kita menjaga jarak hanya minimal 1,5 meter saja sudah cukup kok untuk menjauhkan kita dari virus terlaknat ini.

Virus Ini tidak bisa terbang di udara bak Casper

Memang virus ini salah satu media penyebarannya adalah melalui udara, di saat ada orang terinfeksi atau ODP/PDD Covid19 lalu bersin. Tapi durasinya tidak akan lama kok. Partikel-partikel air (lendir) yang mengandung virus di udara tadi akan turun kok, mengendap di permukaan benda-benda mati, seperti meja, baju, hp/gadget kita, asal kita mengelap dengan kain basah yang bersih dan kalau baju atau meja dicuci pakai sabun itu sudah cukup menghilangkan virus terlaknat ini. Maka inilah makna kita di untuk cuci tangan, Insya Allah jika ini kita lakukan tidak akan menyebar ke rumah kita.

Virus ini juga tidak bisa berjalan jalan, selayaknya manusia dan hewan

Apa yang harus kita lakukan jika tetangga kita ada positif / ODP/PDP mengidap Covid19, pertama dan utama jangan masuk ke rumah tetangga yang mengidap Covid (+) tanpa kita memakai perlindungan memadai, misalkan masker, kaos tangan, topi, dan alat perlindungan diri kita lainnya. Selama Anda tidak masuk, Insya Allah atas kuasa Illahi tidak akan tertular. Bagaimana kalau kita terpaksa masuk untuk memberi bantuan ke tetangga kita, jawabannya boleh saja asalkan: pakailah masker, ditambah perlindungan lain yang bisa Anda dapatkan, pakai topi, pakai kaos berlengan panjang, kaos tangan dan alat perlindungan diri lainnya. Setelah menolong, kemudian segeralah ganti baju atau kaos kita tadi, segera mandi dengan sabun mandi, keramas pakai sampo, langsung segera cuci baju Anda tadi dengan sabun. Dengan kuasa Allah SWT, sabun akan membunuh virus yang menempel di tubuh Anda.

Tidak ada alasan untuk takut pada tetangga yang tertular Covid19. Berbuatlah sebisa kita untuk membantu mereka. Ingat, tetap pakai pendekatan kita sebagai orang Jawa.

Apa yang bisa dilakukan untuk membantu tetangga kita?

  1. Sediakan makanan.
  2. Bersihkan rumahnya dengan sabun atau disinfektan.
  3. Jaga agar jangan ada orang masuk tanpa kepentingan dan tanpa pelindung.
  4. Arahkan anggota keluarganya untuk melaksanakan tata cara isolasi pasien agar anggota keluarga lain tidak tertular.

Orang yang tertular virus tidak ingin dirinya tertular. Mereka butuh cinta, perhatian, dan bantuan kita untuk sembuh. Jangan musuhi dan kucilkan mereka. Jika bermanfaat mohon disebarkan. Orang yang sedang terkena penyakit Covid19 bukanlah seperti penyakit Aids dan sejenisnya yang merupakan tabu dan menjadi nama baik kita tercemar. Mari jaga saudara, keluarga, dan tetangga kita. Kita buktikan bahwa kita layak dan patut serta bangga menjadi orang Jawa dan Indonesia yang memegang kultur dan kebiasaan kita. Salam Berkemajuan.

Ditulis kembali oleh: Immawan Muhammad Arif (Tim Satgas Mucovid-19 PCM Wonosari / Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Yogyakarta) – Disarikan dari berbagai sumber

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan