Rapid dan Swab Test Pada Covid-19 Bedanya Apa?

MentariNews.Com – Wonosari (28/04), Mohon dibantu edukasi kepada masyarakat di Puskesmas se Indonesia terkait pemeriksaan RAPID-TEST Covid-19 sebagai berikut ini :

Rapid-test bukan diagnostik, tetapi sebagai screening/seleksi/pilah antara yang berpotensi atau yang tidak berpotensi terinfeksi karena ada keluhan klinis, resiko terpapar, dst.

Walau bukan diagnostik, pemeriksaan ini sangat membantu dalam memutus mata rantai penularan Kemudian Pemeriksaan diagnostik untuk Covid19 adalah real time-PCR (RT-PCR) melalui swab/usapan tenggorok. Hasil positif (+) pada rapid-test tidak serta-merta seseorang sebagai penderita Covid19, mesti diikuti dengan RT-PCR. Ini penting untuk menghindari stigmatisasi ditengah masyarakat kepada yang RAPID-TEST (+), kemudian Hasil negatif pada rapid test bukan berarti bebas Covid19. Karena harus diulang kembali setelah 10 hari. Bila (-), bebas Covid19. Bila (+) diikuti pemeriksaan RT-PCR.

Baik yang positif maupun yang negatif tetap prosedur isolasi/karantina diri, karena yang diperiksa adalah hanya mereka yang secara surveilans dianggap ada keterkaitan dengan Covid-19.

Sekedar untuk panduan: Jika PCR (+), Ig M (-), Ig G (-), Infeksi Baru mulai. Infeksi biasanya di hari ke 1-7. Lalu jika PCR (+), Ig M (+), Ig G (-) maka berarti infeksi akut, lagi menuju puncak infeksi,hari biasanya puncak hari ke 7-14. Lalu jika PCR (+), Ig M (+), Ig G (+), maka infeksi di puncak mulai menurun menuju sembuh biasanya hari ke 14-21.M Makanya isolasi 2 minggu.

Jika Pcr (+), Ig M (-), Ig G (+), Infeksi menuju sembuh, biasanya hari ke 21-28. Jika pcr (-) Ig M (-), Ig G (+), berartii lebih dari 1 bulan dan menjadi sembuh, Tidak menular.B Biasanya setelah 1 bulan terinfeksi.

Tolong masyarakat Untuk Berkata Jujur Saat petugas:

  1. Menanyakan keluhan anda
  2. Riwayat sakit Anda
  3. Riwayat Perjalanan Anda/ Telah Berpergian Kemana Saja.

Karena Kejujuran anda membantu kita semua. Dan Kebohongan Anda menyebabkan malapetaka. Ketika Anda berbohong akan hal diatas maka kami dan keluarga kami dirumah terancam. Salam Sehat, Save Tenaga Medis. Salah satu bentuk kegiatan memutus rantai penularan Covid-19, maka seluruh jajaran lintas sektor Kecamatan membentuk Posko Siaga Covid-19.

Terima Kasih untuk seluruh Lintas Sektor yang turut ambil bagian dalam Pemutusan Mata Rantai Penularan Covid-19. Dan Mari bagi para masyarakat yang masih melakukan perjalanan ke luar kota untuk selalu bekerja sama dengan petugas saat di lakukan pemeriksaan. Salam Sehat, Sumber Departemen Kesehatan RI

Disampaikan oleh
Satgas MuCovid 19 (MCCC) PCM Wonosari.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan