Solo KLB Corona, Muktamar 48 Muhammadiyah Di Surakarta Bagaimana Kabarnya?

MentariNews.com – Surakarta menetapkan status KLB Covid 19 pasca ditemukan pasien positif Corona yang meninggal di RS Moewardi Solo. Semua sekolah diliburkan dan kegiatan publik dibatalkan sampai 2 minggu ke depan.

Menyikapi perkembangan ini hendaknya PP Muhammadiyah dan Panitia Muktamar segera mempertimbangkan Opsi menunda Muktamar yang agendanya akan digelaar bulan Juli 2020 di Surakarta atau dilanjut.

Menurut Dadang Kahmad, Ketua PP Muhammadiyah saat pembukaan di temu media afiliasi Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surakarta, mengatakan bahwa penyelenggaraan Muktamar 48 Muhammadiyah memang masih 4 bulan lagi tetapi dengan perkembangan penyebaran Corona dan Solo sudah diumumkan yang menjadi KLB hingga belum tahu kapan bisa teratasi, tentu jika apabila Muktamar tetap digelar bulan Juni akan rentan karena selama 4 bulan ini pasti bakal banyak konsolidasi massa untuk persiapan Muktamar. Dadang Kahmad menambahkan bahwa nanti malam para Dokter Muhammadiyah akan berkumpul membicarakan ini di PP Muhammadiyah Kantor Yogyakarta.

Menurut Marpuji Ali, Ketua Panitia Pusat Muktamar 48 Muhammadiyah dan Aisyiyah masih tetap memberi instruksi lanjut dan belum menghentikan persiapan. “Kecuali ada perubahan peraturan baru dari pemerintah. Sejauh ini komunikasi dengan pemerintah masih berlanjut,” ujar Marpuji Ali yang juga Bendahara PP Muhammadiyah tersebut. Marpuji Ali mengatakan bahwa Persyarikatan Muhammadiyah mempunyai aturan baku sendiri. Yaitu pada kepribadian Muhammadiyah nomor 5. “Yang isinya adalah mengindahkan segala hukum, peraturan, dan falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkapnya.

Tuntunan Nabi juga ketika ada wabah tidak masuk, saat ada wabah tidak keluar. Maka sebagai muslim, saat ada apa saja pasrah pada Allah. Jika sudah ikhtiar dari Allah maka takdir Allah siapa yang tahu.

“Maka kita juga harus berpikir rasional jika suatu saat ada kebijakan yang disampaikan pemerintah,” ujarnya sambil berharap panitia tetap menjaga kesehatan karena masih ada 100 hari lebih persiapan.

Pertemuan para media afiliasi persyarikatan, lanjut dia yang diadakan hari ini di Gedung Walidah lantai 6 Universitas Muhammadiyah Surakarta mempunyai tujuan koordinasi dan sinergi terkait kekuatan dalam bidang media. “Karena kita saat ini mau mengadakan gawe besar. Kita ingin agar kekuatan media persyarikatan bisa menyukseskan gelaran muktamar,” tambahnya.

Pilihan untuk opsi pelaksanaan Muktamar 48 Muhammadiyah dan Aisyiyah harus dipikirkan karena peserta dan penggembira Muktamar pasti sudah jauh-jauh hari akan memesan tiket transportasi dan akomodasi selama di Surakarta jika tiba-tiba ditunda menjelang hari H akan banyak menimbulkan kerugian. Bahkan opsi paling aman bisa saja membatalkan Muktamar tahun ini selama 1 bulan ke depan ataupun pelaksanaan Muktamar dapat digelar secara daring atau teleconference dengan seluruh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se- Indonesia. (sp/imuhar)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan