Wamena – Dalam rangka memastikan seluruh rangkaian Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) Ke-34 Tahun 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar, Polres Jayawijaya bersama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, TNI, serta panitia pelaksana menggelar rapat koordinasi akhir yang dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi kegiatan.
Rapat koordinasi dipimpin oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Jayawijaya dan dihadiri oleh unsur TNI-Polri serta panitia penyelenggara. Pertemuan tersebut membahas kesiapan teknis pelaksanaan festival, agenda kunjungan tamu dari pemerintah pusat, serta pola pengamanan yang akan diterapkan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut, Kabag Ops Polres Jayawijaya AKP Edi T. Sabara menegaskan bahwa Polres Jayawijaya telah menyiapkan personel pengamanan yang akan ditempatkan pada seluruh titik strategis, mulai dari lokasi Wamena Coffee Festival, area utama Festival Budaya Lembah Baliem di Walesi, hingga jalur pelaksanaan Karnaval Budaya Nusantara. Pengamanan juga diperkuat oleh personel Brimob serta didukung unsur TNI dan petugas keamanan lokal.
Selain pengamanan terbuka dan tertutup, Polres Jayawijaya juga telah menyiapkan rekayasa jalur masuk dan keluar pengunjung sebagai langkah antisipasi kepadatan arus masyarakat sekaligus mempermudah proses evakuasi apabila diperlukan. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar setiap unsur memahami tugas dan tanggung jawabnya selama kegiatan berlangsung.
Usai rapat, rombongan gabungan melaksanakan peninjauan ke Kampung Wisata Kumugima, Distrik Pisugi, yang menjadi salah satu lokasi kunjungan tamu kehormatan. Peninjauan dilakukan untuk memetakan kondisi lapangan, mengidentifikasi potensi kerawanan, menentukan titik penempatan personel, serta memastikan jalur evakuasi dan sterilisasi lokasi telah disiapkan secara maksimal.
Rombongan kemudian melanjutkan pengecekan ke lokasi utama Festival Budaya Lembah Baliem di Walesi. Dalam peninjauan tersebut, tim mengevaluasi kesiapan sarana dan prasarana, area parkir, akses keluar-masuk pengunjung, serta kondisi sejumlah ruas jalan dan jembatan yang menjadi jalur menuju lokasi kegiatan. Beberapa titik infrastruktur yang mengalami kerusakan menjadi perhatian bersama agar dapat diantisipasi demi kelancaran mobilitas pengunjung maupun kendaraan pengamanan.
Polres Jayawijaya juga telah memetakan sejumlah potensi gangguan kamtibmas yang mungkin terjadi selama pelaksanaan festival, seperti aksi pemalangan jalan, tindak pidana pencurian dengan kekerasan, maupun pencurian kendaraan bermotor. Sebagai langkah antisipasi, patroli akan ditingkatkan di kawasan lokasi kegiatan dan jalur-jalur yang menjadi akses utama masyarakat.
Melalui koordinasi yang intensif antara Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, TNI, Polri, dan seluruh panitia pelaksana, diharapkan Festival Budaya Lembah Baliem Ke-34 dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses serta memberikan rasa nyaman bagi seluruh masyarakat, wisatawan, dan tamu yang hadir dalam perhelatan budaya terbesar di Papua Pegunungan tersebut.





































