Manokwari – Kepolisian Daerah Papua Barat melaksanakan kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kampung Macuan, Distrik Masni Utara, serta diikuti secara serentak oleh Polres/Polresta jajaran Polda Papua Barat di titik lokasi masing-masing, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan panen raya ini dipimpin oleh Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Dr. Sulastiana, S.I.P., M.Si., didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polda Papua Barat, unsur Forkopimda setempat, kelompok tani dan masyarakat, serta diikuti oleh para Kapolres/ta jajaran Polda Papua Barat secara daring. Pelaksanaan panen raya jagung ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah Provinsi Papua Barat.
Pelaksanaan panen jagung Kuartal IV Tahun 2025 dipusatkan di Kampung Macuan SP 5, Distrik Masni Utara, dengan luas lahan jagung yang ditanami mencapai 1 hektare dan perkiraan hasil panen sebesar 2 ton. Secara keseluruhan, pada Kuartal IV Tahun 2025, Polda Papua Barat bersama Polres jajaran telah menanami jagung seluas 13 hektare dengan perkiraan hasil panen mencapai 26 ton.
Sementara itu, luas lahan jagung yang ditanami di seluruh wilayah Papua Barat sepanjang Tahun 2025 tercatat mencapai 98,08 hektare, dengan perkiraan hasil panen sebesar 196 ton. Dari jumlah tersebut, serapan jagung oleh Bulog melalui Polda Papua Barat mencapai 64 ton.
Adapun rincian pemanfaatan lahan meliputi lahan Polri seluas 10,27 hektare, lahan binaan Polri seluas 85,31 hektare, lahan tumpang sari seluas 1 hektare, serta lahan perhutanan sosial seluas 1,5 hektare.
Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Dr. Sulastiana, S.I.P., M.Si. dalam keterangannya menyampaikan bahwa saat ini terdapat 33 hektare lahan jagung yang menjadi perhatian, di mana setelah dilakukan peninjauan dan evaluasi, sekitar 10 hektare masih mengalami stunting atau pertumbuhan yang belum sesuai standar, sementara 23 hektare lainnya direncanakan akan dipanen secara menyeluruh pada tanggal 20 Januari 2026 dengan target produksi sebesar 90 ton.
Lebih lanjut, Wakapolda menjelaskan bahwa untuk tahun 2026, Polda Papua Barat menargetkan luas lahan tanam minimal 127,2 hektare, dengan total potensi lahan Polda Papua Barat mencapai 261 hektare, Hingga saat ini, lahan yang telah berhasil ditanami mencapai sekitar 98,08 hektare.
Wakapolda berharap seluruh komponen di wilayah Papua Barat dapat terus bekerja sama dan bersinergi guna mengoptimalkan seluruh target yang telah ditetapkan.
“Semoga kerja sama ini dapat menghasilkan sinergi yang baik dalam rangka meningkatkan kinerja bersama untuk mencapai swasembada pangan, khususnya di wilayah Papua Barat.
Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, baik dari Polri, TNI, Bulog dalam penyerapan hasil panen, BPS yang telah melakukan survei, serta instansi terkait lainnya yang mendukung penguatan kelompok tani, sehingga program jagung ini dapat berjalan secara maksimal,” tutup Wakapolda.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan panen raya jagung ini merupakan bagian dari peran aktif Polri dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Panen raya jagung serentak ini merupakan bukti nyata sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Polda Papua Barat akan terus melakukan pendampingan kepada kelompok tani agar produktivitas pertanian semakin meningkat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” ujar Kabid Humas Polda Papua Barat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat guna mendukung keberlanjutan program pertanian, meningkatkan hasil produksi pangan, serta mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan di Provinsi Papua Barat.(rd)





































