Manokwari, Papua Barat – Personel Polda Papua Barat yang tergabung dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Mansinam I kembali melaksanakan penertiban terhadap aksi premanisme di perempatan Sanggeng, Manokwari, Rabu (25/2).
Dalam kegiatan tersebut personil mengamankan puluhan warga yang melakukan aksi bakar ban karena menyebabkan kemacetan dan keresahan warga. Operasi dilakukan sebagai bagian dari upaya cipta kondisi guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Personil melakukan pemeriksaan identitas serta memberikan pembinaan kepada para pelaku. Beberapa di antaranya langsung diamankan ke Mapolda Papua Barat untuk dilakukan pendataan dan proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo,S.H.,S.I.K.,M.Kom menyampaikan bahwa Operasi Pekat Mansinam I akan terus digelar secara intensif di sejumlah titik rawan, termasuk pusat keramaian, pasar, terminal, dan perempatan jalan yang berpotensi menjadi lokasi praktik premanisme menjelang hari raya Idul Fitri 1447 H mendatang.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk penyakit masyarakat, termasuk aksi premanisme yang meresahkan warga. Operasi ini bertujuan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak takut melaporkan apabila menemukan atau menjadi korban aksi premanisme maupun pungutan liar.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas. Segera laporkan kepada pihak kepolisian apabila melihat adanya tindakan yang mengganggu ketertiban umum,” tambahnya.
Dengan dilaksanakannya Operasi Pekat Mansinam I ini, diharapkan situasi keamanan di wilayah Papua Barat tetap aman, tertib, dan kondusif, khususnya menjelang berbagai agenda kegiatan masyarakat dalam waktu dekat.(rd)





































