Wamena – Polres Jayawijaya melaksanakan pengamanan Konferensi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Papua Pegunungan dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Provinsi Papua Pegunungan yang diselenggarakan di Aula I Hotel Grand Sartika, Wamena.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Nahdlatul Ulama dalam memperkuat konsolidasi organisasi, menyusun arah kebijakan, serta memilih kepengurusan masa khidmat 2026–2031. Konferensi juga dihadiri oleh unsur Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, tokoh agama, organisasi kepemudaan Islam, serta para peserta dari berbagai kabupaten di Papua Pegunungan.
Dalam sambutannya, para narasumber mengajak seluruh peserta untuk menjadikan konferensi sebagai ruang musyawarah yang mengedepankan nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, dan tanggung jawab dalam membangun organisasi yang semakin kuat serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Papua Pegunungan.
Selain membahas program kerja organisasi, konferensi ini juga diharapkan mampu memperkuat semangat moderasi beragama, menjaga toleransi antarumat beragama, serta meningkatkan sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan kehidupan yang aman, damai, dan harmonis.
Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan rasa aman kepada seluruh peserta, Polres Jayawijaya menempatkan personel pengamanan di lokasi kegiatan. Kehadiran personel kepolisian tidak hanya untuk memastikan keamanan, tetapi juga sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat agar setiap tahapan konferensi dapat berlangsung dengan tertib, nyaman, dan kondusif.
Konferensi PWNU dan PCNU Papua Pegunungan dijadwalkan berlangsung hingga penetapan kepengurusan baru masa khidmat 2026–2031 melalui rangkaian pembahasan organisasi, penyusunan program kerja, serta pengambilan keputusan secara musyawarah dan demokratis.
Polres Jayawijaya berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi sarana mempererat persatuan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, dan meningkatkan kolaborasi antara organisasi keagamaan, pemerintah, serta masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan di Papua Pegunungan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman, tertib, dan kondusif berkat sinergi seluruh pihak yang mengedepankan semangat kebersamaan dan saling menghormati.(rd)




































