Jayawijaya – Pemalangan Jalan Trans Wamena–Tolikara yang terjadi di depan Kantor Distrik Bolakme, Kabupaten Jayawijaya, akhirnya dibuka setengah pada Rabu (14/1/2026) malam. Pembukaan dilakukan setelah pertemuan antara pihak keluarga korban, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah terkait kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor di Distrik Wosi pada Desember 2025 lalu.
Pertemuan berlangsung sejak pukul 14.12 WIT hingga 16.41 WIT di lokasi pemalangan. Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan Inspektorat Kabupaten Tolikara Diben Kogoya, S.H., Ketua Ikatan BOMTA Empat Distrik Eliaser Tabuni, Defisi Hukum Ikatan BOMTA Ginus Yikwa, S.H., serta Staf Ahli Bupati Kabupaten Jayawijaya Penas Kogoya, S.H.
Kapolsek Bolakme, IPDA Arman, mengatakan bahwa pihak kepolisian sejak awal berupaya melakukan pendekatan persuasif guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Kami dari Polsek Bolakme melaksanakan pengamanan sekaligus pendekatan dialogis kepada pihak keluarga korban dan para tokoh masyarakat, sehingga pemalangan dapat dibuka dan arus lalu lintas kembali berjalan,” ujar IPDA Arman.
Ia menambahkan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian utama, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital penghubung antar kabupaten.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati, mengurangi kecepatan, dan mematuhi aturan lalu lintas demi menghindari terjadinya kecelakaan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, mantan Kepala Distrik Bolakme Jemi Tabuni yang juga merupakan orang tua dari keluarga korban menyampaikan bahwa pemalangan disepakati untuk dibuka pada hari yang sama. Namun, pihak keluarga berharap agar proses penyelesaian dan pembayaran terhadap korban dapat diupayakan secepatnya dalam minggu ini.
Sekitar pukul 19.21 WIT, pemalangan di depan Kantor Distrik Bolakme dibuka setengah dan arus lalu lintas kembali berjalan normal. Situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif dengan pengamanan dari personel Polsek Bolakme.
Sementara itu, perwakilan Inspektorat Kabupaten Tolikara bersama tokoh Ikatan BOMTA dan Staf Ahli Bupati Jayawijaya bertolak menuju Wamena untuk melakukan pertemuan lanjutan dengan Gubernur Provinsi Papua Pegunungan guna membahas solusi menyeluruh terkait pemalangan yang terjadi di Distrik Bolakme.(rd)





































