Minahasa Utara – Personel Kodim 1310/Bitung melalui jajaran Koramil 1310-03/Likupang bersama Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara bergerak cepat membantu upaya pemadaman kebakaran yang terjadi sekitar Pukul 17.15 Wita, di area lahan pembibitan ikan Bubara yang sudah tidak beroperasi milik PT. FOI (Forever Ocean Indonesia), di Jaga IV Desa Wineru, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Kamis (09/07/2026).
Kronologis kejadian bermula saat salah satu Warga Desa Wineru menghubungi Babinsa Wineru Sertu Jekson S. Runtuwene, Koramil 1310-03/Likupang, bahwa telah terjadi kebakaran di area PT. FOI Jaga IV Desa Wineru Kec. Likupang Timur. Mendengar laporan warga, Babinsa langsung menuju lokasi kebakaran membantu warga memadamkan api dengan mengunakan alat seadanya. Dikarenakan api semakin membesar serta angin yang bertiup semakin kencang ditambah lagi area yang terbakar adalah rumput alang-alang yang sudah kering, membuat Babinsa dan warga kewalahan memadamkannya.
Setelah berhasil menghubungi Tim Damkar Pemkab Minut. Tidak lama kemudian 1 (satu) Unit mobil Damkar tiba dilokasi kebakaran. Dengan menggunakan peralatan pemadam yang tersedia, personel gabungan berjibaku memadamkan kobaran api serta melakukan pendinginan pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Sekitar Pukul 19.00 Wita, api berhasil dipadamkan. Berkat kerja sama yang solid antara TNI, Tim Damkar, dan warga setempat, api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas.
Menyikapi kejadian kebakaran lahan tersebut, Komandan Kodim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ, mengapresiasi kesigapan personel Kodim 1310/Bitung bersama masyarakat dan instansi terkait dalam menangani situasi darurat, termasuk bencana kebakaran.
Dirinya menghimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada musim kemarau, dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran.
“Kerja sama seluruh pihak sangat diperlukan guna mencegah terjadinya kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun lingkungan,” pungkas Dandim.
Berdasarkan keterangan petugas jaga PT. FOI, penyebab kebakaran bermula dari tindakan petugas atasnama Yosua Ronoko (39), Staf Operasional PT. FOI, saat menuju Tenda F4 untuk mengalirkan air, Ia melihat ada tumpukan sampah. Atas inisiatif sendiri, kemudian membakar tumpukan sampah tersebut. Namun, akibat tiupan angin yang kencang, api dengan cepat membesar dan menyebar. Karena panik, Bapak Yosua kembali ke mess untuk mencari peralatan pemadam kebakaran. Akan tetapi, peralatan yang berhasil ditemukan hanya sebuah cangkul. Setelah kembali ke lokasi, Ia berupaya memadamkan api sambil menghubungi pimpinan serta rekan-rekannya untuk meminta bantuan. Meskipun telah dilakukan upaya pemadaman, api terus membesar akibat angin yang kencang. Seiring dengan membesarnya kobaran api, masyarakat sekitar mulai berdatangan bersama Babinsa turut membantu proses pemadaman.
Hingga proses pemadaman selesai, tidak dilaporkan adanya korban jiwa, namun kerugian diperkirakan lahan seluas 1 Ha. milik PT. FOI habis terbakar.(red)





































