Teluk Bintuni – Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Alfred Papare, S.I.K., menghadiri pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat yang diselenggarakan di Kabupaten Teluk Bintuni, Selasa (7/7/2026).
Kehadiran Kapolda Papua Barat merupakan bentuk dukungan Polri terhadap penyelenggaraan kegiatan keagamaan yang menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat nilai-nilai toleransi, serta menjaga kerukunan antarumat beragama di Provinsi Papua Barat.
Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia penyelenggara, para peserta, serta tamu undangan dari berbagai kabupaten di Papua Barat. Pesparani Katolik IV menjadi ajang pembinaan iman, pengembangan seni budaya liturgi, sekaligus mempererat tali persaudaraan di antara umat Katolik.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Papua Barat menyampaikan komitmen Polda Papua Barat untuk memberikan pengamanan secara maksimal selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung. Hal ini dilakukan agar peserta dan masyarakat dapat mengikuti setiap agenda dengan aman, tertib, dan lancar.
Polda Papua Barat bersama Polres Teluk Bintuni telah menyiapkan personel pengamanan serta berkoordinasi dengan panitia dan instansi terkait guna memastikan kelancaran pelaksanaan Pesparani Katolik IV hingga penutupan kegiatan.
Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Trihadi Kuncahyo, A.Md., S.E., mengatakan bahwa kehadiran Kapolda Papua Barat merupakan wujud dukungan Polri terhadap setiap kegiatan masyarakat yang mampu memperkuat persatuan dan kerukunan.
“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung setiap kegiatan yang mempererat persaudaraan dan memperkokoh toleransi antarumat beragama. Melalui pengamanan yang optimal, kami berharap seluruh rangkaian Pesparani Katolik IV dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses,” ujar Kombes Pol. Trihadi Kuncahyo.
Melalui momentum Pesparani Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat, diharapkan semangat persaudaraan, kebersamaan, dan toleransi terus terpelihara, sehingga mampu menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di seluruh wilayah Papua Barat.(red)



































