Jayawijaya – Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Imlek, Bulan Suci Ramadhan, dan Idul Fitri, Satgas Saber Pangan Polda Papua melaksanakan kegiatan Supervisi, Rapat Koordinasi, dan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (11/2), Siang.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Dirreskrimsus Polda Papua selaku Ketua Satgas Saber Pangan Papua dan didampingi Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Papua. Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Bapanas RI, Bapanas Provinsi Papua Pegunungan, Dinas Pangan Provinsi Papua Pegunungan, Disperindag Provinsi Papua Pegunungan, Bulog Kabupaten Jayawijaya, Kasat Reskrim Polres Jayawijaya, serta para distributor setempat.
Setibanya di Wamena, tim melaksanakan supervisi dan rapat koordinasi di Polres Jayawijaya bersama instansi terkait guna membahas perkembangan harga serta ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional maupun ritel modern.
Dalam arahannya, Dirreskrimsus Polda Papua menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga dan mencegah praktik penimbunan atau distribusi yang tidak sesuai ketentuan.
“Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan stok aman dan harga tetap terkendali, sehingga masyarakat tidak terbebani menjelang hari besar keagamaan,” ujarnya.
Usai rapat koordinasi, tim melaksanakan sidak di Pasar Putik Kelek, Kabupaten Jayawijaya. Dari hasil pengecekan di tingkat pedagang dan distributor, diperoleh kisaran harga sebagai berikut:
Cabai rawit dan cabai keriting: Rp120.000/kg
Bawang merah: Rp70.000/kg
Bawang putih: Rp60.000/kg
Beras premium: Rp25.000–Rp28.000/kg
Beras medium: Rp25.000/kg
Tepung terigu: Rp20.000/kg
Telur: Rp90.000/rak
Minyak goreng: Rp35.000–Rp40.000/kg
Tim juga melakukan pengecekan stok di gudang salah satu distributor di Jayawijaya. Tercatat ketersediaan beras premium dan medium sekitar 1.000 ton, gula sekitar 150 ton, serta minyak goreng sekitar 1.000 karton. Secara umum, stok bahan pokok dinyatakan dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan keterangan distributor, harga jual yang berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dipengaruhi oleh tingginya biaya transportasi dari Jayapura dan Timika menuju Wamena.
Satgas Saber Pangan Polda Papua akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan secara berkala guna menjaga stabilitas harga dan menjamin kelancaran distribusi bahan pokok di wilayah Papua Pegunungan.(rd)




































